Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif Dinas Pendidikan Bengkalis en-US Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif 2686-0295 PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MEMBUAT PROGRAM PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/86 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Padagogik guru dalam membuat &nbsp;Rencana &nbsp;Pembelajaran &nbsp;melalui &nbsp;supervisi &nbsp;akademik &nbsp;di &nbsp;SMP &nbsp;Negeri &nbsp;1 Bathin Solapan &nbsp;Tahun &nbsp;Pelajaran &nbsp;2021/2022. &nbsp;Metode &nbsp;yang &nbsp;digunakan&nbsp; dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (<em>Action Research</em>) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam membuat program pembelajaran&nbsp; adalah: &nbsp;(1) &nbsp;Pada&nbsp; komponen Indentitas RPP &nbsp;terlihat &nbsp;nilai &nbsp;rata-rata supervisi guru di awal 80, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 82 dan pada siklus II menjadi 83 (2) Pada komponen tujuan pembelajaran nilai rata-rata supervisi guru di awal 75, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 77 dan pada siklus II 82 (3) Pada komponen materi nilai rata-rata supervisi guru di awal 79, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 80 dan pada siklus II 87 (4) Pada komponen sumber nilai rata-rata supervisi guru di awal 76.6, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 78 dan pada siklus II 86 &nbsp;(5) Pada komponen Kegiatan Pembelajaran nilai rata-rata supervisi guru di awal 72.3, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 73 dan pada siklus II 87 (6) Pada komponen Penilaian nilai rata-rata supervisi guru di awal 70.55, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 72 dan padasiklus II 87. Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran nilai rata-rata supervisi guru dalam pendahuluan yaitu pembukaan pembelajaran pada tahap awal sebesar 81.15, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 82.8 dan pada siklus II menjadi 87.35. Pada proses kegiatan inti rata-rata nilai supervisi guru tahap awal sebesar 71, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 72.5 dan pada siklus II menjadi 84.5. Pada kegiatan penutup nilai &nbsp;rata-rata &nbsp;supervisi guru&nbsp; pada&nbsp; tahap &nbsp;awal &nbsp;sebesar 81, &nbsp;pada&nbsp; siklus &nbsp;I terjadi peningkatan menjadi 82.35 dan pada siklus II menjadi 86.5.</p> SYAHBUDDIN Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 158 169 SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/87 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru di SMP Negeri 6 Bengkalis dalam menyusun RPP yang disederhanakan atau yang sering disebut RPP satu lembar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang dilaksanakan di SMP Negeri 6 Bengkalis Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran SMP Negeri 6 Bengkalis. Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran spupervisi kinerja guru materi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pengamatan (observasi). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan supervisi akademik berkelanjutan dapat: (1) Meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang disederhanakan di SMP Negeri 6 Bengkalis dan (2) Pada siklus II kuantitas guru yang menggumpulkan perangkat pembelajaran khususnya RPP yang disederhanakan meningkat menjadi 100%. Terjadi peningkatan 15,33% dibanding siklus sebelumnya. Ditinjau dari peningkatan kualitas RPP yang dikumpulkan guru pada setiap siklus, pada siklus I hanya 3 orang yang memiliki RPP kategori sangat baik dengan persentase 20%. Pada siklus II, &nbsp;12 orang guru yang memiliki RPP kategori sangat baik dengan persentse 80%.</p> SAKDIAH Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 170 189 PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL BLENDED LEARNING; STUDI KASUS SMAN 2 BENGKALIS https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/88 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran <em>Blended Learning&nbsp; &nbsp;</em>dapat meningkatkan&nbsp; &nbsp;hasil belajar bahasa Indonesia di kelas XII MIPA D. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dilakukan selama 2 siklus yang berlangsung dari bulan Juli s.d Oktober 2021 pada jumlah siswa sebanyak 30 orang. Setelah dilakukan tindakan perbaikan, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Data di lapangan menujukkan pada kegiatan pembelajaran siklus I hanya 24 orang (70%) yang tuntas. Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas menjadi 27 orang (80%) sedangkan&nbsp; yang tidak tuntas hanya 3 orang (20%). Di samping hasil belajar, aktivitas guru dan siswa juga mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan, penerapan model <em>Blended Learning </em>dapat meningkatkan hasil belajar, daya serap, dan aktivitas guru maupun siswa. Disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia atau guru mata pelajaran lainnya untuk mengujicobakan model <em>Blended Learning </em>untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran yang diampu.</p> HERNI Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 190 214 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE OBSERVASI https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/89 <p>Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan (<em>action research</em>) melalui metode observasi. Sesuatu tindakan yang secara khusus diamati terus-menerus, dilihat plus- minusnya, kemudian diadakan pengubahan terkontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh peneliti. &nbsp;Subjek &nbsp;penelitian &nbsp;ini &nbsp;adalah &nbsp;Kelas&nbsp; VII &nbsp;D &nbsp;SMP &nbsp;Negeri &nbsp;1 &nbsp;Bengkalis &nbsp;yang berjumlah &nbsp;31 &nbsp;siswa. &nbsp;Dalam &nbsp;pra &nbsp;siklus &nbsp;diperoleh &nbsp;hasil &nbsp;belajar &nbsp;siswa &nbsp;secara &nbsp;klasikal 32,25% dengan&nbsp; kategori “sangat rendah”, pada siklus &nbsp;I memiliki &nbsp;persentase 77,41% kategori tinggi, sedangka pada siklus II persentase secara klasikalnya 87,09% kategori “sangat tinggi”. Dalam penelitian juga terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan dibanding dengan evaluasi pada siklus I. Hasil evaluasi siklus II diketahui ketuntasan belajar klasikal mencapai (87,09%) dengan rata–rata nilai terakhir peserta didik mencapai (84,85) yang sebelumnya pada pra siklus diketahui ketuntasan belajar klasikal mencapai (32,25% ) dengan rata-rata nilai tes akhir peserta didik mencapai (63,17) dan pada siklus I ketuntasan belajar klasikal mencapai (77,41 %) dengan rata-rata nilai tes akhir peserta didik (74,17).</p> ARIANA Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 215 240 PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMAN 1 MANDAU https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/90 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan &nbsp;melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komperhensif peningkatan kemampuan guru merencanakan kegiatan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam menilai proses dan&nbsp; hasil&nbsp; pembelajaran&nbsp; di&nbsp; SMAN&nbsp; 1 &nbsp;Mandau.&nbsp; Untuk&nbsp; meningkatkan profesionalisme guru tersebut kepala sekolah melakukan penelitian tindakan dengan tujuan melakukan perbaikan terhadap kelemahan dan kekurangan yang dialami guru sebagai tenaga pendidik guna meningkatkan mutu sekolah dan juga mutu pendidikan di SMAN 1 Mandau. Ba.hwa supervisi pendidikan yang memberikan pengaruh &nbsp;yang sangat besar terhadap kompetensi profesional guru. Supervisi pengajaran merupakan satu kegiatan pembinaan dan bimbingan profesional guru sebagai usaha peningkatan kemampuan dan keterampilan mengajar para guru dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik. Di samping itu. supervisi memusatkan perhatiannya pada pengembangan dan kemajuan peserta didik.</p> FAZRIYANTI Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 241 254 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI METODE DEMONSTRASI https://jurnaljunjunganpendidikan.com/index.php/jp/article/view/91 <p>Penelitian &nbsp;ini &nbsp;bertujuan &nbsp;untuk &nbsp;meningkatkan &nbsp;hasil &nbsp;belajar&nbsp; siswa&nbsp; kelas &nbsp;IV &nbsp;SD Negeri 42 Bengkalis dengan menggunakan metode demonstrasi dalam membuat sebuah puisi. &nbsp;Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 42 Bengkalis yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan&nbsp; untuk&nbsp; pengumpulan&nbsp; data &nbsp;adalah &nbsp;teknik&nbsp; observasi&nbsp; dan&nbsp; tes&nbsp; tertulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Berdasarkan &nbsp;hasil &nbsp;yang&nbsp; diperoleh &nbsp;dapat &nbsp;disimpulkan &nbsp;bahwa: &nbsp;hasil belajar dengan menggunakan metode demonstrasi dalam membuat sebuah puisi siswa kelas IV SD Negeri 42 Bengkalis mengalami peningkatan. Siklus I sebesar 50%,sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan 45% menjadi 95%. Peningkatan tersebut disebabkan karena pemahaman siswa belajar dengan menggunakan metode demonstrasi sangat berpengaruh terhadap belajar siswa.</p> SRI RAHAYU Copyright (c) 2023 Jurnal Junjungan Pendidikan: Intelektual dan Edukatif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ 2023-12-19 2023-12-19 8 2 255 282